travel umroh terpercaya di jakarta utara 081212299796
Bismillahirrahmanirrahim
Setelah duduk membaca lagi:
Alhamdulillahirabbil’alamin
Diteruskan dengan membaca:
Subhânaladzî sakhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ robbinâ lamunqolibûn
“Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kami (padahal) kami tidak sanggup mengendalikannya. sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah.” (QS. Al-Zukhruf: 14)
Diteruskan dengan membaca:
Allahu Akbar 3 x
Atau membaca:
Subhânaka innî dzolamtu nafsî faghfir lî innahû lâ yaghfiru dzunûb illâ anta
“Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri (maka) ampuni aku karena tidak ada (yang) bisa mengampuni kecuali Engkau.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasaî dengan sanad sahih)
2. Tata Cara Umrah
Melaksanakan Sunat-Sunat Ihram
Ihram umrah adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Ihram umrah ini merupakan tanda telah masuknya rangkaian ibadah umrah dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu selama melaksanakan umrah sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat.
Niat untuk umrah antara lain:
Labbaika Allâhuma Umratan
“Aku taati panggilan-Mu untuk melakukan umrah”
Setelah niat tidak boleh melanggar larangan ihram. Tidak boleh berkata buruk, mengunjing, bertengkar, berdebat yang tidak bermanfaat dan larangan lainnya untuk menjaga kesempurnaan umrah. Banyaklah membaca talbiyah:
Labaîk allâhumma labaîk, labaîk lâ syarîka laka labaîk, innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, lâ syarîka laka
“Aku penuhi seruan-Mu Ya Allah, aku penuhi seruan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kerajaan milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Setelah berulang kali membaca talbiyah diselingi shalawat:
Wa shallallahu ala muhammadin wa ala alihi wa shahbihi wa sallam
“Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan atas junjungan nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para pengikutnya.”
Kemudian bacalah doa yang disukai, misalnya doa:
Allâhumma inna nas-aluka ridhâka wal jannah wa naûdzubika min sakhatika wannâr.
“Ya Allah kami meminta ridha-Mu dan surgaMu. Kami berlindung dari kemarahan dan api neraka.”
3. Masuk ke Masjidil Haram
Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dengan membaca:
Allahumma antas salam wa minkas salam fa hayyina rabbana bis salam, Allahumaghfir li waftahlî abwâba rohmatika
“Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang Memiliki kedamaian, semua kedamaian (bermuara) dari-Mu, hidupkanlah kami dengan penuh kedamaian, ampunilah dosaku dan bukakan pintu-pintu untuk meraih Rahmat-Mu.”
Kemudian berjalan dengan tenang dan khusuk sambil membaca talbiyah.
Ketika melihat Ka’bah berdoa sambil mengangkat kedua tangan:
Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan, wa takriman, wa ta’dzîman wa mahabatan wa zid man syarrafahu mimman hajjahu wa’tamarahu tasyrîfan, wa ta’dzîman wa takrîman wa birran
“Ya Allah tambahkanlah kepada Baitullah (Ka’bah) ini kemuliaan, keluhuran, kehebatan dan kewibawaan. Dan tambahkanlah pula kepada orang yang mengunjunginya, baik haji meupun berumrah, kemuliaan, keluhuran, kehebatan dan kebajikan.” (HR. Syafi’i dan lainnya)
Setelah itu berdoalah menurut keinginan anda.
4. Memulai Tawaf
Ketika hendak tawaf benarkan letak baju ihram menjadi Idhthiba. Yaitu ujung baju ihram bagian kanan disimpan di pundak sebelah kiri.
Mulailah tawaf dengan berlari-lari kecil (raml) di tiga putaran pertama sambil idhthiba. Dan bacalah doa ini setiap kali Isyarah (melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad) .
BISMILLAAHI ALLOOHU AKBAR
“Dengan menyebut nama Allah, Allah Yang Maha Besar”.
Doa di saat Thawaf antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani :
Subhanallah walhamdulillahi wa la ilaha illallahu, wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil’aliyyil azhim
“Maha Suci Allah, segala puji hanya kepunyaan Allah, tidak ada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah, tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan seizin Allah.”
Allahumma imanan bika wa tashdiqan bi kitabika wa wa faan bi ahdika wattibaan li sunnati nabiyyika muhammadin shallallahu alaihi wa sallam
“Ya Allah, (kami melakukan thawaf ini) karena mengimani-Mu, membenarkan kitab-Mu, menepati (janji kami) kepada janji-Mu dan mengikuti sunnah nabi-Mu, Muhammad SAW”
Allahumma inna hadzal harama haramuka, wal balada baladuka, wal amna amnuka, wal ‘abda abduka, ji’naka min biladin ba’idatin bi dzunubin katsiratin, fagfirlana dzunubana wa kaffir anna sayyiatina wa tawaffana ma’al abrar
“Ya Allah, sesungguhnya Tanah Suci ini adalah Tanah Suci-Mu, negeri (Mekkah ini) adalah negeri-Mu, kemananan ( negeri ini) adalah keamanan-Mu, hamba ini adalah Hamba-Mu kami datang dari negeri yang jauh dengan berlumuran dosa, maka ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami bersama orang-orang yang baik. ”
Bisa juga saat mulai tawaf pertama diawali dengan doa melihat Ka’bah seperti diatas dan doa agar haji/umrah mabrur dibawah ini atau yang lainnya,
Allahummaj’alhu hajjan/umratan mabrur, wa sa’yan masykuran, wa dzanban maghfuran, amalan shalihan maqbulan, wa tijaratan lan tanbura
“Ya Allah, jadikanlah (Haji/Umrah Ini) umrah yang mabrur, sai yang dihargai, dosa yang diampuni, amalan shalih yang diterima dan perniagaan yang tidak akan merugi. ”
Setelah duduk membaca lagi:
Alhamdulillahirabbil’alamin
Diteruskan dengan membaca:
Subhânaladzî sakhara lanâ hâdzâ wa mâ kunnâ lahû muqrinîn wa innâ ilâ robbinâ lamunqolibûn
“Segala puji bagi Allah yang telah memudahkan kami (padahal) kami tidak sanggup mengendalikannya. sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah.” (QS. Al-Zukhruf: 14)
Diteruskan dengan membaca:
Allahu Akbar 3 x
Atau membaca:
Subhânaka innî dzolamtu nafsî faghfir lî innahû lâ yaghfiru dzunûb illâ anta
“Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku menganiaya diriku sendiri (maka) ampuni aku karena tidak ada (yang) bisa mengampuni kecuali Engkau.” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasaî dengan sanad sahih)
- Selalu dalam keadaan berwudlu dan shalat berjamaah.
- Banyaklah berbuat kebaikan dalam perjalanan selain sabar dan tawakal kepada Allah SWT.
- Berdoalah di setiap kesempatan dalam perjalanan karena doa orang yang sedang bepergian mustajab sebagaimana disebutkan dalam hadist:
2. Tata Cara Umrah
Melaksanakan Sunat-Sunat Ihram
- Sebelum ihram rapikan kuku, rambut, jenggot, kumis, bulu ketiak dan bulu lainnya. Kemudian mandi (membasahi badan dari kepala sampai kaki), menyela-nyela jari tangan dan kaki, kemudian berwudhu.
- Selanjutnya mengenakan pakaian ihram. Bagi pria yang satu disebut Rida (kain bagian atas) dan Izzar (kain bagian bawah).
- Pakaian ihram untuk wanita sama halnya dengan pakaian ketika shalat. Yaitu jilbab yang harus menutupi seluruh rambut (rambut tidak boleh terlihat). Baju harus menutupi dada. Tidak boleh memakai pakaian tipis hingga terlihat rambut atau kulit, selain telapak muka dan telapak tangan. Kaki memakai kaos kaki/stoking.
- Sebelum niat boleh memakai wewangian, body lotion, parfum dan lainnya. Namun tidak boleh dilakukan sesudah niat.
- Bila shalat wajib didirikan, kerjakan shalat sunat ihram setelahnya, atau boleh menjadikan shalat wajib itu penganti salat sunat ihram.
- Shalat sunnat ini tidak diniatkan untuk ihram, tapi berniat mengerjakan shalat sunnat yang disebabkan satu sebab. Misalnya shalat dhuha, shalat hajat, tahiyatul masjid dll.
- Yang berangkat dari Madinah sebaiknya mengerjakan semua sunah ihram di hotel.
- Setelah berpakaian ihram, shalat sunat dan niat dilakukan di Miqat Bir Ali.
Ihram umrah adalah niat untuk melaksanakan umrah kemudian diikuti dengan Talbiyah. Ihram umrah ini merupakan tanda telah masuknya rangkaian ibadah umrah dengan diharamkannya melakukan segala sesuatu selama melaksanakan umrah sebagaimana takbiratul ihram dalam shalat.
Niat untuk umrah antara lain:
Labbaika Allâhuma Umratan
“Aku taati panggilan-Mu untuk melakukan umrah”
Setelah niat tidak boleh melanggar larangan ihram. Tidak boleh berkata buruk, mengunjing, bertengkar, berdebat yang tidak bermanfaat dan larangan lainnya untuk menjaga kesempurnaan umrah. Banyaklah membaca talbiyah:
Labaîk allâhumma labaîk, labaîk lâ syarîka laka labaîk, innal hamda wan ni’mata laka wal mulku, lâ syarîka laka
“Aku penuhi seruan-Mu Ya Allah, aku penuhi seruan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan seluruh kerajaan milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.”
Setelah berulang kali membaca talbiyah diselingi shalawat:
Wa shallallahu ala muhammadin wa ala alihi wa shahbihi wa sallam
“Semoga shalawat dan salam tetap tercurahkan atas junjungan nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para pengikutnya.”
Kemudian bacalah doa yang disukai, misalnya doa:
Allâhumma inna nas-aluka ridhâka wal jannah wa naûdzubika min sakhatika wannâr.
“Ya Allah kami meminta ridha-Mu dan surgaMu. Kami berlindung dari kemarahan dan api neraka.”
3. Masuk ke Masjidil Haram
Ketika masuk masjid dahulukan kaki kanan dengan membaca:
Allahumma antas salam wa minkas salam fa hayyina rabbana bis salam, Allahumaghfir li waftahlî abwâba rohmatika
“Ya Allah, Engkau adalah Dzat yang Memiliki kedamaian, semua kedamaian (bermuara) dari-Mu, hidupkanlah kami dengan penuh kedamaian, ampunilah dosaku dan bukakan pintu-pintu untuk meraih Rahmat-Mu.”
Kemudian berjalan dengan tenang dan khusuk sambil membaca talbiyah.
Ketika melihat Ka’bah berdoa sambil mengangkat kedua tangan:
Allahumma zid hâdzal baita tasyrîfan, wa takriman, wa ta’dzîman wa mahabatan wa zid man syarrafahu mimman hajjahu wa’tamarahu tasyrîfan, wa ta’dzîman wa takrîman wa birran
“Ya Allah tambahkanlah kepada Baitullah (Ka’bah) ini kemuliaan, keluhuran, kehebatan dan kewibawaan. Dan tambahkanlah pula kepada orang yang mengunjunginya, baik haji meupun berumrah, kemuliaan, keluhuran, kehebatan dan kebajikan.” (HR. Syafi’i dan lainnya)
Setelah itu berdoalah menurut keinginan anda.
4. Memulai Tawaf
Ketika hendak tawaf benarkan letak baju ihram menjadi Idhthiba. Yaitu ujung baju ihram bagian kanan disimpan di pundak sebelah kiri.
Mulailah tawaf dengan berlari-lari kecil (raml) di tiga putaran pertama sambil idhthiba. Dan bacalah doa ini setiap kali Isyarah (melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad) .
BISMILLAAHI ALLOOHU AKBAR
“Dengan menyebut nama Allah, Allah Yang Maha Besar”.
Doa di saat Thawaf antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani :
Subhanallah walhamdulillahi wa la ilaha illallahu, wallahu akbar, wa la haula wa la quwwata illa billahil’aliyyil azhim
“Maha Suci Allah, segala puji hanya kepunyaan Allah, tidak ada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah, tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan seizin Allah.”
Allahumma imanan bika wa tashdiqan bi kitabika wa wa faan bi ahdika wattibaan li sunnati nabiyyika muhammadin shallallahu alaihi wa sallam
“Ya Allah, (kami melakukan thawaf ini) karena mengimani-Mu, membenarkan kitab-Mu, menepati (janji kami) kepada janji-Mu dan mengikuti sunnah nabi-Mu, Muhammad SAW”
Allahumma inna hadzal harama haramuka, wal balada baladuka, wal amna amnuka, wal ‘abda abduka, ji’naka min biladin ba’idatin bi dzunubin katsiratin, fagfirlana dzunubana wa kaffir anna sayyiatina wa tawaffana ma’al abrar
“Ya Allah, sesungguhnya Tanah Suci ini adalah Tanah Suci-Mu, negeri (Mekkah ini) adalah negeri-Mu, kemananan ( negeri ini) adalah keamanan-Mu, hamba ini adalah Hamba-Mu kami datang dari negeri yang jauh dengan berlumuran dosa, maka ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami bersama orang-orang yang baik. ”
Bisa juga saat mulai tawaf pertama diawali dengan doa melihat Ka’bah seperti diatas dan doa agar haji/umrah mabrur dibawah ini atau yang lainnya,
Allahummaj’alhu hajjan/umratan mabrur, wa sa’yan masykuran, wa dzanban maghfuran, amalan shalihan maqbulan, wa tijaratan lan tanbura
“Ya Allah, jadikanlah (Haji/Umrah Ini) umrah yang mabrur, sai yang dihargai, dosa yang diampuni, amalan shalih yang diterima dan perniagaan yang tidak akan merugi. ”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar